Cooling tower Pretreatment Chemical

Desember 20, 2016 alwan No comments exist

Cooling tower Pretreatment Chemical

Cooling tower Pretreatment Chemical diperlukan mengingat pembangunan sebuah gedung, memakan waktu yang cukup lama, dari mulai pekerjaan sipil, konstruksi, elektrik, cooling system dan pekerjaan pekerjaan lainnya, sampai ke tahap pekerjaan finishing.

Selama proses pembangunan yang memakan waktu cukup lama, Cooling tower water system yang sudah terpasang akan terkontaminasi oleh lumpur, debu, sampah pekerjaan konstruksi, sisa pengelasan, semen, pertumbuhan lumut, lendir, bakteri, jamur, proses pembentukan karat/ korosi, yang apabila tidak dilakukan proses pre-treatment akan sangat menggangu kinerja system.

Kontaminant lain adalah oli, grease, minyak, yang dipakai oleh produsen/ supplier logam untuk mencegah karat selama proses produksi dan penyimpanan di gudang. Apabila oli, minyak, gemuk, tidak dibersihkan, maka akan menghalangi proses passivation/ pelapisan protective film ( corrosion inhibitor ).

Sebelum proses serah terima dari kontraktor ke pemilik gedung, Cooling Tower Water System yang sudah terpasang harus dilakukan Pre-Treatment terlebih dahulu, agar pada saat start up dan commissioning cooling tower sudah siap pakai, bersih dan sudah dilapisi dengan lapisan corrosion inhibitor atau protective film.

Umur peralatan dan kinerja Cooling Tower Water System akan sangat ditentukan oleh perlakuan awal yang diterapkan sebelum Start-Up. Proses pelapisan protective film pada seluruh permukaan metal akan melindungi Cooling Tower Water system dari serangan karat, sehingga umur peralatan bisa lebih panjang.

Kinerja sistem pun akan lebih optimal, proses pertukaran panas pada bagian perubah panas seperti condensor akan lebih maksimal karena permukaannya bersih dari kerak, karat, lendir, lumpur, kotoran, sampah dan lain lain.

Pre-Treatment adalah upaya teknis yang wajib dilakukan sebelum cooling tower water sistem dioperasikan dengan cara membersihkan dan melakukan passivation terhadap permukaan metal pada cooling tower water system.

Ada dua tahap pre-treatment, yaitu :

  1. Pembersihan seluruh permukaan metal pada cooling tower water system.
  2. Proses passivation atau pelapisan protective film pada permukaan metal.

STANDAR OPERATION PROCEDURE

Di dalam mengerjakan proyek Pre-Treatment pada Cooling Tower Water System ada langkah langkah yang harus dilakukan agar mendapatkan hasil yang baik dan maksimal. Langkah langkah tersebut dituangkan dalam Standard Operation Procedure Pretreatment.

Adapun SOP yang kami rekomendasikan adalah sebagai berikut :

  1. Pre-Treatment Inspection

Sebelum pre-treatment dilaksanakan harus terlebih dahulu dilakukan inspeksi terhadap seluruh peralatan yang ada di dalam sistem pendingin. Jika ditemukan produk korosi yang excessive, deposits atau foulant, maka peralatan tersebut harus dibersihkan dengan prosedur cleaning yang sesuai.

  1. Flushing
    Basin dan sump cooling tower harus dikuras dan dibersihkan dari kotoran, lumpur, produk korosi, kerak, microbiological debris, lumut, lendir, sampah, dan kontaminant lainnya. Cooling tower system harus diflushing secara menyeluruh, termasuk main horizontal headers.
    Setelah itu kemudian tutup Valve blow down, isi system dengan air sumber yang bersih, dan sirkulasikan.
    Kemudian buka valve blow down, lakukan flushing dengan menggunakan air sumber selama 24 jam atau sampai system benar benar bersih.
  1. CLEANING WITH LOW pH WATER
    Hentikan blow down, atur pH air sirkulasi di angka 6 – 6,2 dengan penambahan acid pH adjuster, pertahankan rentang pH tersebut selama 3 hari tanpa blow down.
    Setelah dilakukan sirkulasi selama 3 hari, lakukan blow down dan lanjutkan sampai Total Suspended Solids ( TSS ) di bawah 30 ppm.
  1. PASSIVATION
    Hentikan blow down, kurangi penambahan acid pH adjuster,  naikan pH air sirkulasi di angka 7,5 – 8,0, pertahankan rentang pH di angka tersebut selama proses passivation.
  • Tambahkan Formax 200 secara perlahan dengan bantuan gravitasi untuk mencapai level 80 – 100 mg/ liter sebagai PO4. Jika diperlukan tambahkan Alkaline pH adjuster ke dalam system air cooling tower untuk menjaga pH di angka 7,5 – 8,0.
  • Tambahkan Formax 201 untuk mencapai level 40 – 50 mg/ liter sebagai PO4. Hentikan penambahan Formax 201 setelah penambahan Formax 200 sempurna dan pH telah stabil.
  • Tambahkan Formax 20 – 30 mg/ liter dan tambahkan kembali dengan dosis yang sama setelah 24 jam. Lakukan hal ini secara perlahan karena akan menghasilkan busa.
  1. CHLORINATION

 

  • Lakukan shock chlorination setiap hari untuk mencapai free residual chlorine di level 68,05 mg/ liter di dalam cooling water return line selama 30 menit. Hentikan penambahan acid pH adjuster sementara waktu, selama proses chlorination.
  • Lanjutkan sirkulasi pada kondisi ini selama 7 hari.
  • Jaga agar konsentrasi kimia berada di level sebagai berikut :

Formax 201 sebagai PO4              40 – 50 mg/ liter

Formax 200 sebagai PO4              80 – 100 mg/ liter

pH                                                    7,5 – 8,0

  • Setelah sirkulasi selama 7 hari, system harus diblow down total. Ukur kandungan TSS sampai level di bawah 30 mg/ liter.
  1. MONITORING

 

  • pH, Formax 200, Formax 201 harus dimonitor levelnya secara teratur selama operasi berlangsung dan dijaga agar berada di level yang direkomendasikan. Adapun frekuensi analisa adalah sebagai berikut :
  1. Selama proses Cleaning with low pH water

pH                                     2 jam sekali

TSS/ Turbidity                   4 jam sekali

  1. Selama proses passivation

pH                                     2 jam sekali

In organic phosphate        2 jam sekali

Organic phosphate                       4 jam sekali

  1. EVALUASI

 

  • Untuk meyakinkan bahwa proses Pre-cleaning dan Pre-film berhasil, lakukan test dengan standard testing coupon.
  1. ALAT DAN BAHAN

 

Alat

  • TSS/ Turbidity tester
  • pH tester
  • Inorganic phosphate tester
  • Organic phosphate tester
  • Chlorine tester
  • Coupon tester
  • Termometer

Bahan

  • Formax 200
  • Formax 201
  • Formax 203
  • Formax 051 B
  • Alkaline pH adjuster
  • Acid pH adjuster
  1. SAFETY PRECAUTION

Faktor keamanan, keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan kerja harus diperhatikan pada saat menangani kimia yang digunakan. Protective clothing dan safety item harus dipakai untuk mencegah cedera selama proses pre-treatment.

  1. CATATAN

 

  1. Program pretreatment harus dilakukan terlebih dahulu sebelum regular treatment.
  2. Dosis chemical dihitung berdasarkan volume system dan penambahan dosis chemical dihitung berdasarkan hasil test laboratorium.
  3. Jika temperature air system lebih dari 40 C, maka dosis Formax 201 pada step passivation harus dikurangi. Kondisikan kandungan PO4 di level 20 -25 mg/ liter

 

PRETREATMENT,PRECLEANING,PREFILM (PASSIVATION)

Untuk Cooling Tower Baru

Sebelum Start-Up atau Commisioning

Di Susun Oleh :

Ece Suratman

  1. INDUS CHEMIKA SUPLINDO

Office :  Ruko Griya Suradita Indah Blok A3 No. 6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *